Akuaponik adalah sistem pertanian yang mengkombinasikan sistem akuakultur dengan sistem hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Tentunya sistem akuaponik akan sangat menguntungkan karena dapat memelihara ikan sekaligus bercocok tanam. Namun disisi lain akuaponik sangat membutuhkan perhatian dan perawatan karena keadan sistem akuakultur dan hidroponik akan saling mempengaruhi satu sama lain.
Maka dari itu didalam tugas akhir ini dirancang sebuah prototype sistem otomasi akuaponik untuk melakukan proses monitoring dan menjalankan aktuator yang bekerja otomatis ketika terjadi perubahan pada unsur tanaman dan akuakultur sesuai konsep IoT (Internet Of Things). Parameter unsur tersebut difokuskan menggunakan nodeMCU sebagai mikrokontroler, sensor ultrasonic, sensor ph, sensor suhu air (DS18B20), relay, dan micro servo. Protokol komunikasi IoT yang digunakan untuk tugas akhir ini adalah MQTT (Message Queue Telemetry Transport) dan mengunakan interface berupa aplikasi android.
Sistem ini adalah proses perancangan sistem otomasi akuaponik yang terdiri dari pengisian air, pemberian pakan ikan, pemberian carian pH up dan pH down dan pengawasan kondisi lingkungan terhadap ikan dan tanaman dengan memanfaatkan sistem IoT. Sehingga akuaponik dapat dikontrol secara otomatis dengan pengawasan yang dapat dilakukan dari jarak jauh. Pada sistem ini, pengawasan menggunakan beberapa sensor dan aktuator yang akan bekerja membaca kondisi lingkungan akuaponik dan terhubung dengan jaringan internet untuk proses pengiriman data ke broker MQTT untuk akhirnya dapat sampai ke aplikasi android.
Gambar diatas menunjukkan bahwa sensor node yang terbagi menjadi 2 nodeMCU yang masing masing terhubung dengan sensor dan aktuator. Setiap sensor node akan melakukan pemindaian lingkungan sekitar akuaponik untuk mendapatkan data. Data tersebut akan diproses nodeMCU dengan acuan threshold yang telah tentukan. Setelah itu nodeMCU akan memberikan perintah ke relay dan microservo untuk melakukan aksi lanjutan jika data yang didapatkan melewati threshold yang telah ditentukan tersebut. Selain itu dalam waktu yang bersamaan nodeMCU mengirimkan hasil data pemindaian sensor ke MQTT broker untuk diteruskan ke aplikasi android.
Akuaponik memiliki berbagai macam jenis sistem yang dapat digunakan, mulai dari NFT, DFT, rafting system, hingga sistem pasang surut. Setiap jenis sistem tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing – masing. Pada tugas akhir ini, sistem akuaponik rafting system karena sistem tersebut merupakan sistem yang paling sederhana untuk diterapkan dirumah karena mengingat skala akuaponik yang dibuat pada tugas akhir ini adalah skala rumahan. Rafting system adalah sistem yang menempatkan tanaman tepat diatas permukaan tank ikan dan dibiarkan mengapung menggunakan sterofoam. Untuk menjaga oksigen tetap cukup, maka ditambahkan aerator di dalam tank ikan. Selain itu, ditambahkan juga pompa air untuk menyaring kotoran agar kebersihan air tank tetap terjaga.
Gambar di atas menunjukan alur kerja dari sistem otomasi akuaponik yang dimulai dari proses pemindaian data oleh sensor ultrasonic, sensor pH, dan sensor DB18B20 hingga data tersebut sampai ke aplikasi android. Proses awal dimulai dengan inisilisasi perangkat dan koneksi internet semua perangkat. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa perangkat yang digunakan dapat berjalan dengan baik dan terhubung dengan baik. Setelah itu semua sensor akan melakukan pemindaian sesuai dengan fungsi mereka masing – masing. Data tersebut kemudian diproses oleh NodeMCU untuk dilakukan pengecekan sesuai dengan threshold yang telah ditentukan. Jika threshold terlampaui, maka NodeMCU akan memerintahkan aktuator untuk memulai aksi lanjutan. Berikut ini adalah aksi lanjutan yang akan dilakukan jika threshold terlampaui :
Selain itu, disaat yang bersamaan data tersebut dikirimkan ke MQTT broker. Kemudian data tersebut diteruskan ke aplikasi android sesuai dengan topik yang telah ditentukan dan berlangganan sebelumnya, sehingga pengguna dapat melakukan pemantauan terhadap keadaan sistem.
| No. | Perangkat Keras | Jumlah |
|---|---|---|
| 1 | NodeMCU | 2 |
| 2 | Sensor ultrasonic | 1 |
| 3 | Sensor pH | 1 |
| 4 | Sensor DS18B20 | 1 |
| 5 | Relay 2 Channel | 1 |
| 6 | microservo | 3 |
| 7 | Power Supply Board | 1 |
| 8 | Lampu | 1 |
| 9 | Selenoid valve | 1 |
| 10 | Laptop | 1 |
| No. | Perangkat Lunak | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | Arduino IDE | Untuk membuat dan mengunggah script ke NodeMCU |
| 2 | Android Studio | Untuk membuat aplikasi android |
| 3 | VPS | Untuk membuat server virtual, agar monitoring dapat dilakukan dimana saja. |
| 4 | Wireshark | menganalisis jaringan |
| 5 | Putty | Untuk mengkonfigurasi MQTT broker |
| 6 | Library ESP8266WiFi | Untuk dapat menggunakan NodeMCU sebagai mikrokontroler |
| 7 | Library MQTT Client | Untuk dapat membuat script terhubung dengan MQTT broker |
| 8 | Library OneWire & DallasTemperature | Library yang digunakan untuk dapat menjalankan sensor DS18B20 |
| 9 | Library TimeLib & TimeAlarms | Library yang digunakan untuk dapat menjalankan alarm |
| 9 | Library servo | Library yang digunakan untuk dapat menjalankan servo |